Cara membaca tabel berat besi beton
Pilih diameter pada kolom pertama, lalu gunakan berat per batang untuk mengalikan jumlah pesanan. Jika daftar kebutuhan memakai panjang selain 12 meter, gunakan kolom berat per meter. Kolom estimasi batang per ton berguna sebagai pemeriksaan cepat untuk armada, anggaran, dan kewajaran jumlah.
Contoh: 100 batang D13 memiliki berat nominal sekitar 100 × 12,504 kg = 1.250,4 kg atau 1,25 ton. Untuk D16 sebanyak 250 batang, estimasinya 250 × 18,936 kg = 4.734 kg atau 4,73 ton.
Berat nominal bukan hasil timbang aktual
Berat pada tabel adalah referensi nominal untuk perhitungan. Berat aktual dapat memiliki toleransi produksi dan tidak menggantikan pemeriksaan dokumen, penandaan, panjang, serta prosedur penerimaan proyek. Untuk memeriksa sampel, timbang panjang yang diketahui lalu bagi beratnya dengan panjang tersebut.
Pada besi ulir, ukuran melintasi puncak sirip tidak dapat diperlakukan begitu saja sebagai diameter nominal. Karena itu, pemeriksaan berat per meter dan dokumen produk lebih berguna daripada hanya satu pengukuran jangka sorong pada sirip terluar.
Perbedaan notasi Ø dan D
Dalam gambar dan daftar pemesanan, simbol Ø lazim dipakai untuk besi polos, sedangkan huruf D lazim dipakai untuk besi ulir. Contohnya Ø8 BJTP 280 untuk besi polos 8 mm dan D13 BJTS 420 untuk besi ulir 13 mm. Selalu tulis jenis, mutu, diameter, panjang, merek, dan jumlah agar pesanan tidak tertukar.
Rumus menghitung total berat dan tonase
Contoh D10: 300 batang × 7,404 kg = 2.221,2 kg atau sekitar 2,22 ton.
Contoh D16: 600 meter × 1,578 kg/m = 946,8 kg.
Sumber dan acuan
Standar produk yang dirujuk adalah SNI 2052:2024 Baja tulangan beton — Badan Standardisasi Nasional. Tabel ini berfungsi sebagai referensi pengadaan dan estimasi; spesifikasi final tetap mengikuti gambar struktur, dokumen produk, dan quotation.

